Senin, 16 Juli 2018

Satu Tulisan

Baiklah. Setelah beberapa lama draft numpuk, akhirnya mood juga buat nulis.
Satu tulisan sebelum tidur
Kemarin aku iseng nge-reply sebuah 'ask me a question' fitur atau apa ya itu pokoknya yang lagi viral di jagad Instagram. Aku tanya sebuah petuah.
Ya, petuah. Belakangan aku pengen banget dapet petuah dari 'orang asing'. Yang aku definisikan asing di sini itu adalah orang yang belum ataupun ngga pernah ada sangkut pautnya dalam keseharianku. Aku yakin, seratus persen yakin kalo aku minta petuah dari orang terdekat ataupun udah ngga sekat jawabannya akan sama. Semangat!
Iya, aku tau aku harus semangat.
Tapi tahukah engkau wahai seperjuangan, melewati 3 kesalahan yang sama untuk lagi dan lagi itu menyakitkan. Agak sensi juga aku akhir-akhir ini haha :')
Balik lagi ke atas (baca lagi dah kalo lupa).
Beliau (kok resmi banget hehe). Eng, Dia? Ah engga ah. Ehm, Pemilik Akun. Beliau kakak kelasku waktu MTs sih, kaka kelas jauuuh. Cuma ya beliau famous jadi aku tahu haha. Yap, pemilik akun memberi sebuah petuah yang intinya "kamu harus tahu apa impian kamu selama ini. buat apa susah-susah kalau kamu tidak punya impian" (ntar aku liat lagi haha)
Impian. Impian.
Aku mulai berfikir, apa iya selama ini aku punya impian?
Lulus cepat itu impian, keharusan atau cuma keinginan?
Lulus tepat itu impian, keharusan atau pilihan?
Lanjut S2 itu impian atau hanya keinginan?
S2 di Universitas X karena overrated, di Y karena ada beasiswanya, atau di Z karena dekat rumah.
Kerja di lembaga keuangan atau yang lain, dapet gaji sekian itu impian atau pilihan?
Punya rumah rumah sendiri dengan desain demikian, itu impian?
Punya usaha pecel, rumah makan, impian?
Menjadi yang bermanfaat untuk orang lain, kewajiban atau impian?
Jujur aku sendiri harus banyak belajar tentang apa itu mimpi. Iya, impian.
Sampai saat ini pun aku masih menganggap bahwa itu semua masih 'angan' yang aku belum susah payah meraihnya.
Kurang tepat. Sangat kurang tepat jika aku hanya mengandalkan takdir tanpa usaha. Allah pun tidak suka. Allah lebih suka proses bagaimana hamba-Nya meraih takdir. Bahkan takdirpun bisa diubah dengan doa.
Apa sebenarnya impianku?
Next post. Semoga aku sudah menemukan impianku.
Blitar, 16 Juli 2018 1.07 a.m.

Share: