Selasa, 18 Maret 2014

Menulis

Dan aku-pun kembali menulis.
Ya, memang ini yang bisa aku lakukan sekarang. Dengan kondisi hatiku yang sangat, ah... entah. Selain berkeluh kesah pada Sang Khaliq, aku hanya bisa menulis di sini, di duniaku yang maya, yang tak semua orang mengetahui, yah meskipun demikian, aku merasa sedikit lega. Aku bagaikan tengah di padang pasir yang terhampar luas. Dengan pasir disekeliling, aku sendiri, menjulang. Tak ada kehidupan lain. Meski nyatanya, di sini adalah sebuah kota kecil yang padat penduduk. Tapi aku merasa sendiri. Sepi. Sunyi. Tawaku hanya tawa palsu, senyumku adalah tangis. Aku merasakan atmosfer yang dulu aku rasakan (baca=Badai Desember).
Menulis, menulis dan menulis. Itu yang bisa mengobati sedikit kesunyianku. Bersua dengan-Nya, juga membuatku pergi dari kesepian. Mengapa semua begini ? ah entah-lah. Allah sayang padaku. Ya ! aku sangat yakin, Allah sayang kepadaku. Meski aku sangat hina dan kotor. Allah menguji kesabaranku. Disela-sela pikiranku yang kalut akan Ujian Akhir, Allah juga memberiku Ujian Kebatinan.
Ini masih awal, belum akhir. Jikalau merasa sendiri, Allah selalu bersama kita. Biarkan mereka ba-bi-bu dengan kamu, Sal. Masih banyak orang yang mau berteman denganmu, yang sayang padamu, meski abstrak dan hanya dalam mimpi. :-)
Share:  

0 komentar:

Posting Komentar