Antara sedih, kecewa dan bahagia, melimpah ruah dalam hati dan fikiran. Bagaimana tidak, hari ini benar-benar hari penentuan hasil belajar selama 3 tahun ini dijenjang Sekolah Menengah Atas. Bukan ini sebenarnya tujuan utama, namun apalah daya, saya hanya manusia biasa yang jauh dari sifat zuhud. Kata "Lulus" merupakan satu kata penting, namun bukan prioritas. Bagaimana tidak, jika saya gagal, saya akan mengecewakan seluruh dunia, terutama orang tua yang telah susah payah mengeluarkan usaha jiwa raga dan finansial untuk keberlangsungan pendidikan saya. Bagaimana tidak, kakak saya, telah gagal dalam UN ditahunnya, hal itu sangat membuat orang tua terpukul, dan alhamdulillah saya bisa sedikit mengobati itu, meskipun dengan hasil yang bisa dikata jauh dari memuaskan.
Lulus saja saya sudah sangat bersyukur, anda bisa bayangkan, kemampuan otak saya yang sangat pas-pasan dalam bidang sains ini, nekat untuk mengerjakan soal-soal UN dengan murni, teman yang pandai sekalipun masih sedikit menggantungkan pada 'kertas hitam', bagaimana dengan saya ? . Melihat nilai yang selalu istiqomah dari Try Out 1 sampai UN berakhir, yang statis diangka 4,5,6 dan 7 sangat miris, tapi inilah kemampuan saya. Melihat teman yang nilainya gemuk-gemuk (=baca 8,9 bahkan 10) sedikit ada rasa 'marah' yang bergelayutan, apakah mereka benar-benar murni ? Entahlah, tak boleh su'udzon.
Apakah penting nilai UN yang gemuk-gemuk itu ? Jika mendapatkannya dengan hasil yang bathil ? Wallahu a'lam :) . Hingga ada teman saya yang bercerita, ketika dia mengabarkan kabar kepada orang tuanya bahwa dia lulus dengan nilai yang baik, orang tuanya malah berkata "Ayah tidak butuh nilai UN mu baik, ayah butuh nilai Akhlakmu yang baik ". (Naah loo).
Saya menarik hipotesis bahwa sebagian orang tua akan bangga jika anaknya mendapat nilai Akhlak dan karakter yang baik, apalagi ditambah dengan nilai UN yang bagus, mereka akan lebiih bangga. Seperti orang tua saya yang selalu berkata "Kami tak butuh nilaimu bagus, kami hanya ingin ilmumu manfaat dunia akhirat, karena kami hanya bisa mewariskan ilmu dengan menyekolahkanmu sampai tinggi, bukan harta yang kami warsikan, tapi ilmu :)".
Terakhir, bagaimana pun hasilnya, tetap bersyukur, Allah masih sayang kita, dengan menjauhkan kita dari hal yang Bathil dan selamat buat kalian yang berhasil berperang dengan nafsu :)
Oiya, ada yang ulang tahun ke Tujuhbelas hari ini, selamat ya sayaang :-*, semoga semakin dewasa dan always be the best :))
0 komentar:
Posting Komentar