Cerita ini berawal dari saya lagi SMS Ummi minta do'a restu mau try out. Selang beberapa menit, Ummi menelepon saya, kasih semangat dan do'a. -nyesek- karena terharu mungkin, saya tiba-tiba meneteskan air mata. Dilihat sama beberapa teman yang saat itu lagi makan sore. Mereka bilang "haha, tumben ditelepon nangis". Saya hanya tersenyum :-)
Saya berangan-angan, semenjak saya tinggal di pondok, saya lebih sering menggunakan dan memikirkan tentang sebuah perasaan. Dulu, waktu masih di rumah. Setiap akan ujian ataupun yang lain, minta izinnya hanya sekedar 'pamitan' biasa, cium tangan, berangkat. Tapi semenjak di sini. Setiap mau ujian, telepon, minta do'a restu, minta disambang-- Betapa pentingnya do'a orang tua. Apalagi sekarang saya jauh dari mereka. Benar-benar merasa sayang dan sangat membutuhkan orang tua.
Semenjak di sini pula -di pondok pesantren- saya lebih mengerti arti sebuah perasaan orang lain disekitar kita. Lebih bisa mencintai Sang Pemilik Hidup. Lebih mencintai dan menyayangi keluarga yang jauh di sana. Lebih menghormati seorang guru. Dan lebih menghargai sesama teman dengan berbagai latar belakang. Apalagi sekarang saya sudah kelas akhir. Yang Insya Allah sebentar lagi akan -boyong- dari sini. Amiin.
Semua masalah yang saya hadapi membuat saya lebih berpikir dewasa. Saat kelas 1, ketika ada masalah, hidup ini rasanya 'sumpek' ingin pulang dan menangis. Ketika kelas 2, inilah masa klimaks masalah-masalah saya. Menjadi seorang leader. Masalah datang silih berganti. Memecahkan masalahnya pun, masih dengan kekanak-kanakan. Meneyndiri, menangis, nggak mau ngomong, dan menyakiti (mencubit) tangan. Ketika ingat saya yang dahulu. Saya jadi tertawa. Dan sekarang, saya sudah 4 bulan duduk dibangku kelas 3. Tentunya selama 4 bulan itu ada yang namanya masalah. Namun, sekarang pemecahan masalahnya berbeda. Saya lebih dingin dan lebih memikirkan mana yang harus saya putuskan dan lakukan. Lebih menjaga perasaan. Dan menghindari kekanak-kanakan. Kata teman-teman, sekarang saya lebih dewasa -katanya siih-. Dan disinilah aku mengetahui semua ini. Tanpa adanya title 'santri', mungkin saya tidak akan merasakan lika liku kehidupan bersama orang-orang dari berbagai latar belakang dan sifat. Belajar menjadi calon masyarakat yang baik nantinya.
@Aula Ma'had Putri As-Salma PPBU
Semenjak Itu...
Lokasi:
Jakarta, Indonesia
0 komentar:
Posting Komentar