Minggu, 16 Maret 2014

Asing

Aku layaknya orang asing di tempatku sendiri. Aku tengok sekeliling, ini memang tempatku, tapi bukan seperti yang dulu. Gedung kuning (baca=penduduknya) telah berubah. Keadaan ini melemparkanku ke memoar dua tahun lalu. Disaat dimana aku masih sangat asing dengan tempat ini. Namun aku menyukainya. Dengan orangnya yang ramah, baik hati, damai dan penuh kasih sayang. Mereka mengajariku arti hidup mandiri, belajar bermasyarakat. Aku digembleng dengan cara mereka yang sangat dewasa, yaah meskipun sifat kekanak-kanakan masih tersisa dalam diri mereka. Tapi kedewasaan itu lebih dominan. Membuat aku nyaman. Meski kadang harus menangis. Jauh dari keluarga, namun aku punya keluarga kecil di sini yang hangat akan kasih sayang dan kekeluargaan.
Sekarang....
Aku terlempar lagi ke masa sekarang. Melihat fakta. Melihat dunia. Tempatku sekarang berubah, jauh, jauh, bahkan lebih jauh dari jarak Jombang - Jakarta. Aku serasa asing. Kekeluargaan, kedamaian dan kasih sayang seakan luntur dari tempat ini. Kini, egoisme merajalela, kekeluargaan sirna, kedamaian dan kasih sayang telah melayang. Konyol, kekanak-kanakan, iri, acuh, ahh semua itu. Itu, itu sekarang. Aku-pun tak menampik bahwa aku juga bisa saja salah satu dari mereka. Aku bukan bermaksud menyalahkan, ataupun bagaiman, aku hanya ingin berbagi isi hatiku yang selama ini aku pendam. Disela-sela persiapan Ujian Akhir, batinku-pun ikut teruji.
Inilah kehidupan, ini masih dalam lingkup kecil, bagaimana kelak ? Ah, membayangkan, rasanya aku tak sanggup. Roda akan terus berputar, ada kalanya di atas atau di bawah. Begitu juga hidup, ada kalanya harus damai, ada kalanya harus pecah.
Harapan, semoga Sang Maha Pembolak Balik hati, senantiasa mempersatukan kita dalam balutan kasih sayang dan kedamaian. Amiin.
Share:  

1 komentar: