Sabtu, 19 April 2014

Penjaja Suara

Hari ini, saya melakukan perjalanan pulang. Rindu rumah, padahal baru satu minggu lalu saya pulang. Di perjalanan Jombang - Tulungagung di sebuah bus, di bangku nomer 3 dekat jendela, saya menemukan satu pelajaran. 
Saat bus sampai di sekitaran kota Kediri. Ada seorang pengamen yang kira-kira berumur 30an. Menyanyikan sebuah lagu karyanya sendiri. Sebagaimana biasanya pengamen, dia terlebih dahulu melakukan basa-basi dengan berkata-kata yang intinya memohon derma.
Seusai mendendangkan dua lagu. Pengamen itu kembali bercerita. Dengan kata-kata bak seorang penyair. Pengamen itu melantunkan sebuah ayat al=Qur'an yang berisi kerusakan bumi. Menyinggung berbagai kemajuan zaman yang malah menjahilkan manusia. Menyinggung pemerintahan Indonesia yang jauh dari sempurna, namun tidak samapi menjatukan. Dan yang lebih mengagetkan, dia juga mulai merambah ke dunia maya untuk mempopularkan dirinya dan lagu karangannya ke jejaring youtube.
Mengamen bukanlah pilihannya, namun semua itu karena desakan. Dengan keilmuannya, bisa saja dia menjadi seorang motivator agama, penyanyi maupun penyair.

Hal itu semua, membuat pikiran negatif saya tentang pengamen selama ini hilang.Tidak semua pengamen itu buruk.Tidak semua pengamen itu melakukan pekerjaannya itu karena dia malas. Namun ada berbagai hal yang membuatnya seperti itu.

Share:  

Rabu, 16 April 2014

Yang Haq dan Yang Bathil

Alhamdulillah, lega, bahagia sekaligus prihatin. Perang telah selesai secara dzohir, namun batin masih harus berperang melawan kecemasan dan penantian panjang sebuah hasil.  Selama perang berlangsung, alhamdulillah, saya 100 % murni tanpa abal-abal. Jujur,dua bulan sebelum ujian,saya sempat bertransaksi dengan teman saya untuk membeli 'kertas hitam' untuk perang. Dua minggu sebelum hari yang ditunggu datang. Saya sempat mengobrol dengan teman terdekat saya mengenai transaksi itu, dan mereka berdua pun juga melakukannya. Oh Ya Robbi. Saya salah, saya berdosa. Dan akhirnya, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak menggunakannya.
Malam sebelum hari itu tiba, saya bermimpi mendapat 'kertas hitam' itu. Saat saya terjaga, saya berfikir, Ya Allah, saya sudah berjanji untuk tidak menggunakan itu, tapi kenapa saya bermimpi seperti itu.
Perang hari pertama sudah saya lewati dengan murni. Saya tidak perduli apa yang dilakukan teman-teman saya. Saya yakin dengan ilmu yang sudah saya dapatkan. Entah bagaimana hasilnya, Allah sudah menentukan.
Hari kedua dan ketiga, saya lalui juga dengan murni. Sebisa saya, meskipun 15 nomor saja yang yakin, dari 40 soal. Sisanya ?? saya isi lembar jawaban dengan terus sholawat dan berdzikir.
Selama 3 hari berlangsung, saya sempat heran. Mengapa stiap malam, saya selalu bermimpi mendapatkan 'kertas hitam' itu. Padahal saya sama sekali tidak mengharap kehadirannya. Memegangnya pun tak pernah.
Hari terakhir, saya menelpon orang tua, dan menceritakan kegalauan saya. Kegalauan akan hasil murni saya. Namun, Ibu saya memberi saya semangat, dengan berkata "Sudahala, yakin, Allah pasti melindungi orang-orang yang jujur, di sini yang di ruma selalu mendo'akan akan keberhasilan kamu nak". Adem rasanya hati saya mendengarnya.
Sepintar dan sepandai apapun orang tersebut, tapi jika sudah kepepet, pasti akan melakukan al yang bukan haq. Tapi tidak semua.
Allah bersama orang-orang yang jujur. Jangan pernah meragukan ilmu yang sudah susah payah Bapak dan Ibu Guru transferkan kepada kita. Sebisanya. Itulah hasil dan kemampuan kamu. Untuk hasil akhir, serahkan kepada Sang pemilik ilmu. Allah sudah menentukannya.

Laa haula walaa quwwata illa billah. Hashil kulla maqasidi bil mumtazYa Robb. Warzuqni 'ilman naafi'a
Share:  

Senin, 14 April 2014

Hari Ini

Layaknya pengantin yang hendak akad nikah (hahaha, kebelet apa ya ??), grogi sekali. Dag dig dug. Semalaman terfikirkan UN. Semua fikiran berkecamuk jadi satu, takut, grogi, tegang, nervous, semua berkumpul. Menenangkan hati dengan banyak-banyak sholawat. Dan saya tadi malam malah tidak belajar. Menyepi disalah satu kamar kosong, sendirian. Membuka laptop, memutar lagu-lagu sholawat banjari dan ber-sms ria. Berangkat minta do'a restu Orang tua dan pengasuh, Bismillah. Sampai di sekolah, semua berbisik-bisik tentang 'kertas hitam'. Ah, saya fikir, buat apa menggantungkan kepada hal seperti itu, meskipun saya tidak memungkiri, bahwa sempat terbesit saya juga ingin mendapat 'kertas hitam' itu. Saya membuat mindset pada diri saya, bahwa saya harus Yakin, Saya Sukses UN dengan Ridlo Alloh swt. Entah bagaimana hasilnya, itulah yang terbaik. Saya sudah berusaha maksimal dan berdo'a. Saya lewati UN hari pertama ini dengan rileks dan santai, bahkan saya sempat tidur (baca = ketiduran) agak lama pada dua mata pelajaran. Lisan tak berhenti bersholawat agar mendapat syafa'atnya. Insya Allah, :-)

Laa haula walaa quwwata illa billah. Tiada daya dan upaya dalam mengerjakan ujian, serta kekuatan ilmu, kecuali ada campur tangan Alloh swt. bersamanya. Berdo'alah, Alloh pasti mengijabah. Just You and Alloh penentunya. :-)
Share:  

Jumat, 04 April 2014

H - 10

Ada apa hari ini tadi ? Semakin gila. Pagi saya dan teman-teman kelas akhir sowan ke Kyai Sulthon. Trus saya ikut lomba kreasi Nadhom. Apa yang terjadi ?? Anda tahu ?? Saat ambil suara buat suluk, suara saya tidak mau keluar, wal hasil saya hanya mendesah seperti mengeluarkan bisa, haha -_-. Jadi omongan para warga. Lalu, saya sebagai Sutradara PK (Praktikum Kitab) menemani para aktris saya lomba. Sesampainya di Studio B MMA, nomor undian ketinggalan, dan saya harus secepat kilat lari ke pondok yang jauhnya 15 km untuk mengambilnya. Waktu sudah sampai kembali di studio, anak-anak sudah pada tampil. Ah >_<. Tapi tak apa, saya berbincang-bincang dengan adik kesayangan saya ^_^ dan bertemu dengan orang yang pernah membangunkan saya sewaktu UAMBN. Pulangnya makan bakso -_- dan berakhir dengan perut saya sakit :'(
Share: