Rabu, 16 April 2014

Yang Haq dan Yang Bathil

Alhamdulillah, lega, bahagia sekaligus prihatin. Perang telah selesai secara dzohir, namun batin masih harus berperang melawan kecemasan dan penantian panjang sebuah hasil.  Selama perang berlangsung, alhamdulillah, saya 100 % murni tanpa abal-abal. Jujur,dua bulan sebelum ujian,saya sempat bertransaksi dengan teman saya untuk membeli 'kertas hitam' untuk perang. Dua minggu sebelum hari yang ditunggu datang. Saya sempat mengobrol dengan teman terdekat saya mengenai transaksi itu, dan mereka berdua pun juga melakukannya. Oh Ya Robbi. Saya salah, saya berdosa. Dan akhirnya, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak menggunakannya.
Malam sebelum hari itu tiba, saya bermimpi mendapat 'kertas hitam' itu. Saat saya terjaga, saya berfikir, Ya Allah, saya sudah berjanji untuk tidak menggunakan itu, tapi kenapa saya bermimpi seperti itu.
Perang hari pertama sudah saya lewati dengan murni. Saya tidak perduli apa yang dilakukan teman-teman saya. Saya yakin dengan ilmu yang sudah saya dapatkan. Entah bagaimana hasilnya, Allah sudah menentukan.
Hari kedua dan ketiga, saya lalui juga dengan murni. Sebisa saya, meskipun 15 nomor saja yang yakin, dari 40 soal. Sisanya ?? saya isi lembar jawaban dengan terus sholawat dan berdzikir.
Selama 3 hari berlangsung, saya sempat heran. Mengapa stiap malam, saya selalu bermimpi mendapatkan 'kertas hitam' itu. Padahal saya sama sekali tidak mengharap kehadirannya. Memegangnya pun tak pernah.
Hari terakhir, saya menelpon orang tua, dan menceritakan kegalauan saya. Kegalauan akan hasil murni saya. Namun, Ibu saya memberi saya semangat, dengan berkata "Sudahala, yakin, Allah pasti melindungi orang-orang yang jujur, di sini yang di ruma selalu mendo'akan akan keberhasilan kamu nak". Adem rasanya hati saya mendengarnya.
Sepintar dan sepandai apapun orang tersebut, tapi jika sudah kepepet, pasti akan melakukan al yang bukan haq. Tapi tidak semua.
Allah bersama orang-orang yang jujur. Jangan pernah meragukan ilmu yang sudah susah payah Bapak dan Ibu Guru transferkan kepada kita. Sebisanya. Itulah hasil dan kemampuan kamu. Untuk hasil akhir, serahkan kepada Sang pemilik ilmu. Allah sudah menentukannya.

Laa haula walaa quwwata illa billah. Hashil kulla maqasidi bil mumtazYa Robb. Warzuqni 'ilman naafi'a
Share:  

0 komentar:

Posting Komentar