Ketika sebuah Bunga Mawar yang merah merekah berada beberaoa langkah
di depan kita, apakah kita tidak berusaha meraihnya, meskipun jalanan
yang beberapa langkah itu jalannya terjal dan berbatu ?
Dan
keinginan yang menggebu itu telah bersemayam sejak lama. Yaah, tentang
sebuah Beasiswa. Siapa sih yang nggak pengen dapat itu. Untuk
meringankan beban orang tua, dan
membanggakan semuanya. Semua saya kira sudah saya lakukan, do'a, usaha,
ikhtiar dan tawakal. Namun apalah daya, Sang Maha Pemberi agaknya
belum mengizinkan untuk mendapatkan beasiswa spesial itu. Banyak yang
lebih pantas dan membutuhkan daripada saya. Alhamdulillah, disyukuri
saja. Meskipun sedikit ada kekecewaan yang bersemayam. Namun dengan
bersyukur itu, kekecewaan berangsur-angsur menghilang.
Selanjutnya tentang sebuah keinginan saya untuk melanjutkan di Ibu Kota.
Memang
dari awal, orang tua tidak menyetujui akan hal itu. Dengan alasan yang
terbaik tentunya. Namun setan Ibu Kota sepertinya sudah merasuki diri.
Dengan diam-diam, saya mengisi salah satu PTN di sana pada pilihan studi
saya saat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi. Do'a do'a do'a dan
ikhtiar telah saya lakukan. Berharap semoga Allah swt. mengabulkannya.
Di
tengah panjangnya perjalanan penantian. Tiba-tiba ada sebersit
keinginan untuk melanjutkan studi di Kota Pahlawan, namun tidak terlalu
menggebu. Hingga pada akhirnya, tes seleksi itu dilaksanakan. Dengan
persiapan yang seadanya, saya menjalani tes tersebut.
Bersambung....
0 komentar:
Posting Komentar