Dengan dipilihkannya saya pada jalan ini oleh-Nya, sempat terbersit rasa kekecewaan, putus asa, hingga kata-kata tak pantas pun sempat akan terlontarkan. Atas dasar 'bersyukur', tak sampailah kata-kata itu keluar. Alhamdulillah.
Hati terus bergejolak menerima kenyataan, ah kenapa harus di sini. Saya inginnya di sana. Pikiran itu terus berlari memutari pikiran dan hati saya. Terlebih ketika saya mendengar, ada teman yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri bonafide, mendapatkan beasiswa pula. Mendengar ada teman yang diterima di Ibu Kota, ada yang mengikuti beberapa jalur seleksi dan itu diterima semua.
Ah, manusiawi sekali jika saya sempat cemburu dengan mereka. Ada sesuatu yang menyayat hati sepertinya. Apalagi ketika mendengar cerita orang tua bahwa putra putri rekan beliau diterima di PTN yang menurut banyak orang terbilang 'Waw'. Sampai berkata dalam hati "Dulu 'melarang', sekarang malah memamerkan". Ingin marah sekali saya waktu itu. Namun saya bertanya-tanya, siapa yang harus saya marahi ? Apakah rumput-rumput dan binatang kecil yang tak berdaya itu menjadi objek kemarahan saya ? Ah tidak, mereka malah mendo'akan saya ketika menuntut ilmu. Orang tua ? Semakin tidak pantas melampiaskan kemarahan saya kepada beliau, beliau yang memberikan separuh lebih hidupnya untuk putra putrinya. Lalu siapa ? .
Bertanya, bertanya, dan bertanya. Hingga akhirnya dengan bertanya-tanya tersebut, nafsu dan emosi saya hilang, dan saya dapat berfikir jernih kembali.
Ya, saya 'bukan' orang yang tidak beruntung ataupun kurang beruntung. Semua orang terlahir dari orang tua yang berbeda, dan tentunya dengan keberuntungan yang berbeda pula.
Bagaimana pun dan apapun yang kita dapatkan atau kita raih, itulah rizki kita, keberuntungan kita. Semua orang di dunia iini beruntung, hanya bagaimana cara mereka mensyukuri apa yang telah mereka dapatkan.
Alhamdulillaah... syukur hamba kepada-Mu Ya Robbi, dzat Pemberi Rizki, dzat Yang Jiwaku berada pada kekuasaan-Nya, dzat Yang Maha Pembolak balik hati, yang telah membalikkan hati hamba kepada jalan yang benar dan Engkau Ridhoi :-)
0 komentar:
Posting Komentar