Rabu, 24 Agustus 2016

Jod{oh}

Remaja, tak jauh dari kata 'rasa' yang berwarna hidupnya karena (membayangkan) cinta.
Sendiri (dalam artian hubungan lelaki dan perempuan) bisa jadi menjadi sebuah pilihan, prinsip, gaya hidup, dan keterpaksaan, bahkan takdir yang berkenaan.

Dalam obrolan seorang Mahasiswa yang sedang menggunggum tinggi semangat 'cinta'nya, ingin segera bertemu dengan pengikat jiwanya, di mana separuh imannya akan sempurna.

Kamu jomblo? °engga kok, jodohku lagi otewe (nyengir >_<)
Ciye sendiri aja? °jodohku lagi nyari jalan kesini (semoga aja kaga tersesat)
Kapan nikah? °nunggu jodoh dateng (yang lagi mampir di hati lain *mewek*)

Banyak sekali pertanyaan berkeliaran. Bahasan yang membuat bosan. Tapi hati berbohong tak akan.

Sebuah fitrah manusia

Saya (=pribadi .red) bukan seorang yang mudah untuk menerima, membuka mata untuk dunia, naluri remaja yang selalu mengalir, melewati sungai yang penuh dengan bebatuan bergulir. Bukan aib jika seorang remaja menyimpan cinta. Bukan aib jika seorang wanita mengalami luka. Bukan aib pula saya pernah merasakannya.

Bebatuan tajam yang mengasah hati, agar mawas diri dari pria di sana sini.

Jodohku tidak sedang tersesat, kesasar, mampir atau otw atau bahkan kehilangan sinyal gps
Beliau masih bercumbu dengan Pemiliknya, bakti pada ayah ibunya.
Jodohku tidak sedang ditikung,
Beliau sedang memperbaiki akhlak dan manambah ketaqwaannya
Jodohku tidak sedang mampir di hati wanita lain
Beliau sedang bersiap finansial untuk menafkahiku lahir dan batin
Jodohku tidak rumit
Beliau sedang berselimut sajadah, bermandikan air mata cinta pada Tuhannya, bermohon menjadi imam yang Sholih untukku 😘

Share:  

0 komentar:

Posting Komentar