Alhamdulillah :')
Hanya bisa bersyukur meskipun sedikit kecewa. Allah telah menganugerahi saya kebesaran hati (padahal tu hati pernah liver kayanya :D ).
Apapun yang saya terima hari ini, ini merupakan takdir-Nya, jawaban atas semua do'a, dan saya tetap bersyukur. Ini yang terbaik buat saya. Masih ada rencana indah Allah di depan sana :)
Well,
Pertama, saya ikut snmptn (itu looh, seleksi masuk perguruan tinggi lewat jalur nilai raport), mengambil ptn pertama di Universitas Brawijaya, prodi Ilmu Gizi. Di sini saya berfikir, kemampuan IPA saya hanya sebatas 'makanan yang baik itu 4 sehat yang terdiri dari nasi, lauk, sayur dan buah serta 5 sempurna ditambah susu (anak TK aja tau kaleee ._.). Dengan tertolaknya saya di sini, saya bisa mengambil pelajaran, mungkin di sana akan memberatkan saya, karena kemampuan saya yang minim, kedua banyak yang lebih tokcer otaknya dibandingkan saya, ketiga mungkin di sana tidak baik untuk saya. Pilihan kedua, saya memilih UIN Malang, prodi Farmasi dan Teknik Informatika (naah looh, makin tinggi aja pilihannya). Tertolak juga, pelajaran yang diambil juga sama, malah ini lebih tak tau diri, kemampuan oey kemampuan, lihat itu. -____- . Kalau semisal saya diterima, mungkin akan memberatkan saya, kafrena di Farmasi, akan banyak bermain dengan Kimia, yang notabene saya eneg dengan Kimia, hehehe ^_^
Kedua, ini merupakan impian saya, pbsb (beasiswa pesantren untuk santri dari kemenag). Bukan iming-iming biaya pendidikan dan living cost yang besar yang saya inginkan, akhir dari pendidikan itu, mengabdi ke pesantren asal. Banyak pihak yang menaruh harapan pada ini, termasuk orang tua, pengasuh dan sekolah. Karena impian hebat itu, saya berusaha semaksimal mungkin. Penuh perjuangan, dari mulai menunggu pendaftaran dibuka. Sedikit cerita, H-2 sebelum pendaftaran dibuka, saya sempat berfirasat lewat mimpi. Pendaftaran online sudah selesai, dapet kabar kalau berkas dikirim sendiri ke kantor kemenag provinsi yang di Sidoarjo (naah looh, bingung lagi, tapi pada akhirnya sekolah yang ngirim). Pukul 16.00 pengumpulan berkas terakhir di sekolah, jam 9 pagi ditelfon teman kalau harus ke kantor kemenag Jombang buat minta surat keterangan, dan surat keterangan itu membutuhkan surat dari pesantren, waktu itu abah sama ibu tindak ke Bandung, bingung ._. Akhirnya, saya memberanikan diri sms ibu nyai, alhamdulillah ada jalan. Langsung saya menuju kantor kemenag ditemani teman saya, menunggu sampai jam 2 siang, alhamdulillah kelar juga. Perjuangan belum berakhir, masiih ada tes di depan mata. Do'a, usaha, ikhtiar, sudah. Semakin down saat melihat peserta dari pesantren lain yang lebih hebat, menciut -____- . Tes berakhir, tinggal tawakkal.
Dan pada akhirnya, Jakarta menolakku :'( . Alhamdulillah, tidak apa. Sadar diri akan kemampuan juga, kemampuan sebatas ini, ambil jurusan Kedokteran dan Keperawatan, sadar diri oey. Dan banyak yang lebih berhak menerima beasiswa itu. Kecewa, tak bisa dipungkiri, saya kecewa. Impian hebat yang sudah saya impikan bertahun-tahun, kandas.
Tapi rasa syukur masih lebih besar, mungkin karena dari awal bapak ibu tidak ingin saya kuliah jauh-jauh. Lalu, apa arti semua mimpi saya ? ah, mungin hanya bunga tidur.
Janji Allah, ud'unii astajib lakum, bedo'alah, memintalah kepada Allah, niscaya akan Allah kabulkan. Entah mengabulkannya sama persis dengan yang diminta, atau menggantinya dengan yang lebih baik, dan tidak menutup kemungkinan, do'a akan terkabulkan kepada anak-cucu kita.
Masih ada jalan, Allah tahu mana yang terbaik untuk kita, tapi Allah menunggu saat yang tepat untuk memberikannya kepada kita. :-)
Selalu semangat, jangan pernah menganggap Allah tidak adil dan tidak sayang kepada kita, ini yang terbaik untuk kita. Allah menyayangi semua hamba-Nya :)
semangat kaka.. perguruan tinggi masih banyak.
BalasHapusdimana pun kaka memilih aku mendukung, semangat
jangan lupa doa dan jangan tinggalkan sholat malam
Makasi adeek :* (hahaha)
HapusIya, Insya Allah tetap dijalankan.
Kamu juga yang rajin, biar tercapai apa yang diinginkan :* ;-)