Wanita,
Pernikahan
Kenapa
tiba-tiba saya ingin posting ini. Karena menurut saya, 2 tag tersebut sangatlah
beepengaruh. Semakin lama, usia akan semakin tua, semakin berkurang. Dan
pembicaraan mengenai hal tersebut bukanlah hal yang tabu. Apalagi saya yang masih
berusia 19 tahun ini. Mungkin ini posting teraneh saya. Saya belum pernah
mengalaminya. Dan kesemua posting saya, saya sudah mengalaminya.
Bermula
dari pandangan saya tentang pernikahan. Pernikahan bukan lah sebuah permainan,
drama maupun teater. Ini merupakan sunnah Rosul dan menyempurnakan separuh
agama. Ibadah yang dilakukan setelah membina rumah tangga akan berlipat
pahalanya, disbanding dengan sebelumnya. Orang tua menjadi yang kedua, setelah
pasangan. Betapa mulianya seorang suami itu, orang tua yang membesarkan dari
dalam kandungan hingga dewasa dan matang saja diduakan dengan kehadiran suami.
Yang dulunya ridho Allah ridho orang tua juga, namun setelah adanya pengucapan Ijab
dan Qobul di depan wali dan saksi, ridho Allah terletak pada ridho sang Suami.
Berbahagialah anda-anda yang akan menjadi suami (hehehe J).
Kedua,
tentang hakikat seorang istri. Saat saya ditanya oleh seorang teman, tentang
pandangan perkuliahan, dia bertanya “Mbak, menurut mbak, kuliah itu kita pilih
sesuai bakat atau prospek kerja”. Dengan mantap saya menjawab “Yang utama itu
mencari ilmunya, tentang prospek kerja ke depannya, kalau saya pribadi, saya
tidak begitu memikirkannya, meskipun itu juga penting, saya lebih mementingkan
fitrah saya yang kelak akan menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anak saya.
Fitrah untuk merawat keluarga dan menjaganya. Sudah jelas dalam hadits nabi
saw. Bahwa Wanita akan dimintai pertanggung jawaban atas rumah suaminya (rumah
tangga). Tapi tidak ada salahnya jika kita menjadi ibu rumah tangga yang
intelek. Dan intelegensi juga sangat dibutuhkan untuk mendidik anak-anak kita
kelak. Karena pendidikan anak berawal dari keluarga, terutama ibu. Jadi
menuntut ilmu sangat diperlukan untuk mendidik anak-anak kita kelak.
Posting
yang mungkin ini merupakan ke-sok tahu-an saya, yang saya sendiri belum pernah
mengalaminya. Saya bergitu tertarik tentang ‘Pernikahan’ bukan berarti saya
ngebet nikah muda, tetapi saya sedang menelaah bahwa pernikahan itu bukan
permainan yang hanya senang-senang di awal. Namun bagaimana berbakti kepada
suami, mendidik anak, menjaga keutuhan rumah tangga dan menciptakan keluarga
yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Ingat,
pernikahan bukan permainan yang hanya untuk bersenang-senang saja. Oleh karena
itu, persiapkan semuanya sebelum hari itu tiba. Semoga kita selalu dalam
naungan Ridho-Nya.
0 komentar:
Posting Komentar