Dari judul di atas, mungkin pada bertanya-tanya apa sih maksudnya.
Saya suka dia (lelaki) yang berproses, berproses untuk menjadi pribadi muslim yang kamil. Saya ada beberapa teman yang dulunya dia sangat awam sekali. Saya sedikit tahu tentang masa lalunya, meskipun bukan masa lalu yang kelam sih.
Dulunya dia seorang anak mama, dan bisa dibilang kurang asupan ilmu agama. Memang dia tidak ada basic pesantren seperti teman-teman (laki-laki) saya yang lain, jangan jauh-jauh peantren lah, madrasah misalnya.
Masa lalu yang jauh dari Sang Pencipta.
Menurut saya, mereka yang bisa menemukan jati diri mereka menjadi muslim yang kamil, lebih mengagumkan dari mereka yang memang sedari kecil sudah mengenal dekat Sang Pencipta dari keluarganya.
Proses di mana mereka menemukan cinta-Nya, nikmat dan karunia-Nya. Mereka bisa mencintai-Nya dengan sempurna. Menjadi pribadi muslim kamil yang sholeh, sungguh idaman, hehehe.
Entah mengapa saya sangat kagum dengan mereka yang berproses daripada mereka yang makan ilmu agama, tapi tidak mencerminkan ilmunya dengan karakter yang baik.
Berharap mendapat suami yang seperti itu ?
Hehe, entahlah, Jodoh adalah rahasia yang sulit diterka. Lebih sulit menemukan jawaban siapa jodoh kita, daripada menjawab soal kalkulus :D
Tetap berdo'a, semoga diberikan jodoh yang terbaik, yang sholeh, yang melabuhkan cintanya kepada kita karena cinta-Nya. Amiin :)
Jaga beliau calon imamku ya Robbi, :)
0 komentar:
Posting Komentar