Kamis, 19 Desember 2013

Sujudku

Alhamdulillah....
All praises to Allah...
Kalimat itulah yang tetap keluar dari lisan hinaku ini. Betapa bersyukurnya hamba Ya Allah atas karunia-Mu hari ini. Betapa tidak. Aku tak menyangka bahwa harapan dan do'aku benar-benar terkabulkan. Sebelumnya aku sangat pesimis untuk meraih itu lagi. Sulit, sangat sulit. Dengan persaingan yang sangat ketat. Dan dengan kecepatanan otakku yang mulai turun, aku harus bersaing dengan mereka-mereka yang berotak encer. Kelas akhir yang tak pernah terpikir. Malas, tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah, suka tidur di dkelas, nilai jelek, ulangan harian selalu remidi. Bagaimana mungkin aku meraih itu. Awal semester satu lambat laun menghilang, dan ujian akhir semester di depan pelupuk mata. Oh Tuhan. Aku sangat pesimis sekali. Belajar pun saat mendekati ujian akhir semester. Macam apa aku ini. Tahunya menghabiskan uang. Belajarpun enggan, bagaimana bisa meraih itu lagi.
Semakin jauh, semakin aku ingin mendekatkan diri pada Sang Khoiro Mu'thi. Setiap malam, dengan mata yang masih merem melek, dengan nyawa yang belum penuh, aku menghadap-Mu. Aku ingin bermuhasabah dengan-Mu dalam kesepian ini. Aku bersujud di hadap-Mu. Mengharap Kemurahan-Mu. Berbagai riyadhoh-pun juga aku laukan. Ritual-ritual tak lupa setiap malam. Berbagai usaha sudah aku lakukan.
Tiba saatnya hal tersebut datang, harap dan cemas menyelimutiku. Bagaimana jika buku hijau itu membawa kabar buruk dan membuat kecewa semua orang. Oh tidak, jangan sampai itu terjadi. "Salma Mahmudah" namaku dipanggil. Buku hijau sudah di tangan. Ah, enggan aku membukanya. Bismillah, semoga terbaik, ucapku dalam hati. Dan akhirnya......
Terima kasih Ya Robbi, atas jawaban dari semua sujudku.
Ya Robbi ya Khoiro Mu'thi.
Share:  

Rabu, 18 Desember 2013

Seperti yang Dulu

Dalam hatiku menyeruak Aku ingin seperti dulu, tertawa bersama, bergembira bersama. Melukiskan kenangan akhir di gedung kuning ini. Aku rindu yang dulu. Yang kini, tak mungkin untuk terjadi. Mungkin saja, karena anything is possible. Tapi karena keadaan. Yang memaksaku untuk menenggelamkan keinginan itu dalam-dalam, dan menutupnya dengan rapi. Disaat yang bergembira diseberang sana. Aku dalam posisiku, turut bergembira, namun raut muka dan manik mataku tak bisa membohongi publik. Bahwa aku tidak sepenuhnya merasakan kegembiraan.
Aku rindu yang dulu
Aku ingin seperti yang dulu
Aku ingin seperti yang dulu
Aku ingin seperti yang dulu
Aku ingin seperti yang dulu
Aku ingin seperti yang dulu
Aku ingin seperti yang dulu

Maaf jika aku membuat sampean tidak nyaman,

Share:  

Bukan Maksudku

Aku bingung dengan semua ini,
Semua orang menganggapku berubah
Aku memang berubah kawan,
Aku bukan bermaksud membangunkan harimau tidur dalam hatiku,
Tapi keadaan yang membuatku seperti ini
Aku tak bermaksud untuk tidak MENYAPA, bahkan MELIHAT sampean
Aku pun ingin seperti hari-hariku yang gembira
Mereka mengatakan aku kembali seperti dulu lagi,
Tidak mengenyahkan larangan itu
Maka dari itu, aku sedikit menjauh dari sampean
Hanya sedikit saja,
Karena jikalau tidak, semua akan kembali seperti dulu
Sebelum ada peringatan yang kedua kalinya, aku memilih bungkam
Share:  

Jumat, 13 Desember 2013

yang irrasional pun turut andil

yang irrasional pun turut andil. itu yang saat ini saya rasakan. dihari ke lima ujian. saya remidi untuk yang pertama kali. mata pelajaran fisika. padahal menurut saya, soal yang disajikan lumayan. dan sudah pernah dibahas sebelumnya. dengan semangat saya melahapnya. yakin bahwa tidak akan remidi. kemarin sepulang sekolah, dengan semangat berkata "aa~~ soalnya gampang, semua sudah dibahas, pasti besok tidak remidi".

wal hasil, pukul 8 tadi, saya dan teman-teman melihat pengumuman. shock. dari 35 siswa, 28 orang remidi. tidak !. terpuruk. semangat pun luntur.

mem-flash back ke belakang. apa yang saya lakukan kemarin. pertama, sombong dengan soal yang disajikan. menganggap remeh. kedua, saya paginya kesiangan tidak 'bersua' dengan Sang Pemilik Ilmu. yang biasanya sempat sholat hajat, sepertiga malam yang ini, saya tidak melaksanakan sholat hajat.dan terakhir, saya membohongi diri saya sendiri. ketika saya berfikir, meresapi, hal-hal yang irrasional itu, turut berandil dal keberuntungan kita.

jadi, berhati-hatilah, bukan saja hal yang rasional, tapi orang ketiga (irrasional) juga turut bersama kita.

be better than now. ya Robbi ya Khoiro Mu'thi
Share:  

Kamis, 12 Desember 2013

Sampai Kapan-pun


Sampai kapanpun you are my best friend
Akan ada air pelupuk mata yang menetes
Lain dengan nanti
Manja canda tawa tak kan terdengar
Abu kenangan yang menjadi saksi bisu

Manakah kebersamaan itu ?
Adanya hanya penyesalan
Hampa....
Memang itu sudah takdir
Untuk masa depan cerah
Di mana yang dulu ?
Ahh.... kau harus terima takdir itu
Hanya senyuman bahagia yang ingin ku lihat nanti

-dont forget me-
Sebuah puisi karya teman baikku "Rizqi Zidni" tertanggal Jombang, 12 Desember 2013 12.15
Share:  

Rabu, 11 Desember 2013

karakter -_-


"mbaaak, ini punya siapa ya kok kleleran (=berantakan, berceceran.red) ?" suara yang sering saya dengar di pondok. suara seseorang. dia yang saat ini tengah booming namanya. katanya teman-teman sih, -sedang bersensasi-. dia seorang anak adam yang menurut saya 'unik'. lahir di Jombang kota Beriman tanggal 20 Mei 1997. umurnya 16 tahun. dia sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA. bukan SMA sih, MAN tepatnya. adik kelas. benar-benar unik. punya sifat yang bergelombang seperti rambut yang lagi diblow. sering ketawa kalau saya lagi lihat dia marah-marah. apa lagi kalau dia lagi lagi kedatangan tamu (=tiiiit, sensor !). tingkahnya selalu membuat saya ketawa. kalau sama dia, saya tidak bisa marah. dan selalu mengalah. aneh. mungkin memang bawaan dia dari sononya seperti itu. dari segi kepribadian, dia baik, menyenangkan, pasang surut emosinya. namanya juga remaja, tidak heran saya. dari segi kecerdasan, dia cerdas, cepat nyambung kalau dikasih asupan pelajaran, rajin dan semangat belajar tinggi. tidak seperti saya -_-. apalagi ya... rajin beribadah juga, manut. yang unik dari dia, suka nyanyi western music dan suaranya itu sesaat seperti FSL. hahaha. tidak percaya ? dengarkan sendiri suaranya. tapi sayangnya saya tidak punya rekamannya, hahaha :-). dulu saya sama dia punya nama panggilan unik, tapi karena suatu kecelakaan yang mengakibatkan perlunya pemusnahan nama itu. kecelakaan yang sangat membuat saya tertawa terbahak :-). apalagi yaa... ow ya, dia suka marah-marah, kadang seperti anak kecil, kadang juga bisa lebih dewasa dari saya. dia juga tidak begitu cuek, lumayan perhatian. kadang juga pandai memberi solusi jika seseorang sedang bermasalah, karena cita-citanya ingin jadi psikolog (yaah, moga aja terkabul, amiin). tapi anehnya, dia bisa solving people's problem, tapi dia sendiri kalau lagi punya masalah, minta pulang. mungkin memang yang bisa membantu menyelesaikan masalahnya adalah kedua orang tuanya. kalau lagi curhat-curhat, dia tidak mau menerima curhatan tentang masalah keluarga. aib katanya (mesikipun kenyataannya biasa aja). tapi kalau tentang masalah lain, dia mau jadi pendengar setia. karakter yang unik banget pokoknya. saya menganggap dia sebagai partner yang baik (partner dalam berbagai hal), dan juga saya anggap seperti saudara sendiri yang saya sayangi. -_-
naah, ini fotonya, foto sama saya -_-
ow ya, jika sobat blogger ingin berkenalan, check it out muzy
Share:  

istimewa

hari ini, tanggal istimewa sepertinya, 11 12 13, cantik, indah, seperti hari ini. indah sekali. entah apa yang membuatku sebahagia ini. ya Robb.... apa yang aku rasakan. hari ini, untuk pertama kalinya, aku mengungkapkan perasaanku ke dia pada selembar kertas soal yang aku temukan dimeja. ahh.... aku tak membayangkan jika dia mengetahuinya. entahlah, apa yang terjadi padaku, aku tak mengerti. aku rasakan kedamaian hati.
hari ini ujian semester hari ke 3, sejauh ini, aku tidak mengalami remidi, alhamdulillah, benar-benar ya Robbi ya khoiro mu'thi. benar-benar istimewa. namun, aku cemas, apakah aku masih mendapatkan apa yang dulu pernah aku dapatkan. ketakutan dan kecemasan melanda, ditengah-tengah membuncahnya perasaanku pada dia. bagaimana nasib buku hijauku tahun ini ?
Ya Robbi, terima kasih atas karunia-Mu pada hamba ini. karunia kebahagiaan, kedamaian dan cinta
Share:  

Minggu, 08 Desember 2013

berangkat haji

Labbaikallahumma labbaik...
Lantunan talbiah di sekitar ka'bah, dan disudut-sudut sekolah. haha, ini cuma manasik kok. tapi meskipun begitu, serasa di haram beneran. terhura. membayangkan, jika aku dan keluarga, serta teman-teman diberi kesempatan mengunjungi baitullah. betapa senangnya. meskipun ini hanya miniatur. semoga dari miniatur ini, kelak bisa menjadi kenyataan. amiin.
hari ini ujian praktek manasij haji siswi kelas 3. semua bagaikan hajjah beneran. memakai mukenah putih yang menambah keanggunan. berpose bak  jama'ah haji. kenangan terakhir dengan teman-teman dua belas ipa lima di kelah akhir ini.


Share:  

Senin, 02 Desember 2013

Karena Rasa, Manusia Punya Banyak Cerita…

Ini tentang sebuah rasa. Perasaan manusia terhadap manusia yang lain. Perasaan yang sangat irrasional. Perasaan sayang. Sayang yang muncul perlahan pada saat kekosongan diri ini datang. Bagai oase di padang pasir. Manusia itu menemani setiap detik nafas sang manusia. Menemani secara abstrak tentunya. Semakin lama, rasa semakin membabi buta dalam diri ini. Mencari bayangan senyumnya disetiap pejaman mata. Mencari gerak tabiatnya yang mengusik hati. Rasa yang muncul karena terbiasa. Rasa yang sulit diungkapkan dan ditafsirkan. Hanya membeku dalam hati. Dia tak mau terungkap. Manusiapun mengungkapkan dan menyalurkan perasaan sayangnya dengan cara yang manusia itu tidak tahu. Manusia, semakin hari semakin sayang kepada manusia itu. Manusia itu pun juga semakin menyadari bahwa dia disayangi oleh manusia tersebut. Semakin waktu semakin saling menyayangi.
Semakin waktu semakin besar rasa itu. Semakin besar pula rasa saling bersimpati dan perhatian. Larut dalam keindahan karuni-Nya. Kasih sayang. Hingga suatu ketika badai meluluh lantahkan bongkahan kasih sayang itu. Memecah belah hati dan tali kasih. Manusia lain menghancurkannya. Manusia lain merebutnya. Hingga ketidakrelaan manusia jika manusia itu pergi. Sebenarnya, manusia tidak pergi. Hanya mengalihkan sedikit perhatiannya. Tidak rela. Sakit. Setiap hari sang manusia merasakannya.
Manusia mengerti, ia salah. Tapi ia tidak bisa menghindari ini. Manusia tetap pergi meninggalkan manusia dalam kesendiriannya. Namun, manusia masih bersimpati kepada sang manusia itu dari sudut elevasi yang jauh. Perbedaaan dan ketidaksatuan itu, tidak menyusutkan kutub-kutub kasih sayangnya untuk bersatu.

Tali kasih pun putus. Manusia dengan manusia lain, dan sang manusia dengan manusia lain pula. Manusia itu tidak dapat mengelakkan kenyataan bahwa manusia masih sangat sayang dan bersimpati kepada sang manusia. Itu terlihat dari raut ketiidakrelaannya.
Share:  

Kamis, 28 November 2013

Semenjak Itu...

Cerita ini berawal dari saya lagi SMS Ummi minta do'a restu mau try out. Selang beberapa menit, Ummi menelepon saya, kasih semangat dan do'a. -nyesek- karena terharu mungkin, saya tiba-tiba meneteskan air mata. Dilihat sama beberapa teman yang saat itu lagi makan sore. Mereka bilang "haha, tumben ditelepon nangis". Saya hanya tersenyum :-)
Saya berangan-angan, semenjak saya tinggal di pondok, saya lebih sering menggunakan dan memikirkan tentang sebuah perasaan. Dulu, waktu masih di rumah. Setiap akan ujian ataupun yang lain, minta izinnya hanya sekedar 'pamitan' biasa, cium tangan, berangkat. Tapi semenjak di sini. Setiap mau ujian, telepon, minta do'a restu, minta disambang-- Betapa pentingnya do'a orang tua. Apalagi sekarang saya jauh dari mereka. Benar-benar merasa sayang dan sangat membutuhkan orang tua.
Semenjak di sini pula -di pondok pesantren- saya lebih mengerti arti sebuah perasaan orang lain disekitar kita. Lebih bisa mencintai Sang Pemilik Hidup. Lebih mencintai dan menyayangi keluarga yang jauh di sana. Lebih menghormati seorang guru. Dan lebih menghargai sesama teman dengan berbagai latar belakang. Apalagi sekarang saya sudah kelas akhir. Yang Insya Allah sebentar lagi akan -boyong- dari sini. Amiin.
Semua masalah yang saya hadapi membuat saya lebih berpikir dewasa. Saat kelas 1, ketika ada masalah, hidup ini rasanya 'sumpek' ingin pulang dan menangis. Ketika kelas 2, inilah masa klimaks masalah-masalah saya. Menjadi seorang leader. Masalah datang silih berganti. Memecahkan masalahnya pun, masih dengan kekanak-kanakan. Meneyndiri, menangis, nggak mau ngomong, dan menyakiti (mencubit) tangan. Ketika ingat saya yang dahulu. Saya jadi tertawa. Dan sekarang, saya sudah 4 bulan duduk dibangku kelas 3. Tentunya selama 4 bulan itu ada yang namanya masalah. Namun, sekarang pemecahan masalahnya berbeda. Saya lebih dingin dan lebih memikirkan mana yang harus saya putuskan dan lakukan. Lebih menjaga perasaan. Dan menghindari kekanak-kanakan. Kata teman-teman, sekarang saya lebih dewasa -katanya siih-. Dan disinilah aku mengetahui semua ini. Tanpa adanya title 'santri', mungkin saya tidak akan merasakan lika liku kehidupan bersama orang-orang dari berbagai latar belakang dan sifat. Belajar menjadi calon masyarakat yang baik nantinya.

@Aula Ma'had Putri As-Salma PPBU
Share:  

Rabu, 06 November 2013

Pembunuh Semangat


Tersungkur dalam kebosanan
Dengan hidup datar, tak berwarna
Bersembunyi dibalik tirai hijau
Membangunkan semangat yang sedang tidur
Ya ! bangkit
Memulai menggoreskan pena
Melukis kertas putih dengan rumus
Mereaksikan makhluk sin cos
Ya ! bangkit
Mengobrak abrik memori
Membuka catatan masa lalu
Hore ! sorak sorai hati bergembira
Menemukan secercah harapan untuk menggapai cita
Membuang keterpurukan
Namun,
Ah, kau pembunuh semangatku !
Kembali aku dalam keterpurukan
Membunuh lebih kejam semangatku
Mengembalikan aku pada kebodohan
Menutup rapat asaku
Pembunuh semangatku

Jombang, 2 November 2013

Edc. Pelajaran Fisika XII IPA 5
Share:  

Jumat, 01 November 2013

bad !




mau nulis apa yahh....
ohh ya, hasil TO udah muncul, dan bagaimana hasilnya?? 210 siswa jurusan IPA 0% yang lulus, hohoho~~ bingung ekspresi gimana, sedih apa susah apa senang, bingung sendiri~~
tapi ane ngehibur diri meskipun gak lulus, tapi alhamdulillah lah, masuk jajaran 20 besar (hehe, meskipun kaga lulus), truss di kelas rank 4, alhamdulillah yaah !!
maka dari itu neeek, TO ke dua harus lebih baik, belajar Sal... belajar !!! kuasai materi yang belum matang... harus lulus yey..
semangaaat...
its can be easy if you study hard (dari dulu kaleee)
@aula As-Salma 1 November 2013 11.05
Share:  

Kamis, 31 Oktober 2013

dialog


berdialog dengan dzat yang memiliki segala kasih sayang. wahai sang pembolak balik hati... inilah hati yang lupa akan kasih-Mu. munskin, jika tidak ada garis ini, aku lupa akan-Mu wahai pembolak balik hati. hati ini terlalu condong pada hati yang hanya menyakitkan saja. bukan condong pada-Mu, sang pemilik segala. dialog ini mungkin jarang aku lakukan dengan-Mu. namun hari ini, dialog ini benar-benar menyejukkan hati. hati ini selalu lemah. sinari hatiku dengan cahaya ridlo-Mu.. robbiii..... apa maksud garis ini semua. aku tak mampu menafsirkan. benar-benar menyesakkan dada. wahai sang pembolak balik hati. sinari hatiku dengan nur ridlo-Mu ilahi robbii.....
Share:  

Senin, 21 Oktober 2013

First Experience




Eng ing eng....
taraaa ane udah pulang nih, barusan try out yang pertama, ditanya gimana rasanya?? hmm just so so, haha... Namanya aja yang pertama, tapi gimana-gimanga, nilai juga kalo bisa bagus, yang penting lulus lah. Sebenarnya, kalo ane resapi, tu soal tadi kagak sulit-sulit amat, palingan juga yang materi kelas 3, cuma ane udah lama kagak ngasah otak, sistem SKS malah bikin amburadul. Maka dari itu, kagak boleh diulangi lagi deh, yang namanya SKS, Coba aja kalo ane udah nyiapin dari kemaren-kemaren, mungkin hasilnya bisa memuaskan. Masih niaaaaat aja,  belum dilakuin. Ayo salma, bangkit, bangkitkan salma dari males !! (bacanya pake nada kaya yel-yel kelas). Masih ada 5 bulan ke depan, buat nyiapin UN, meskipun dia MONSTER, tapi jangan sampe dia memonsteri kamu, kalo bisa, kamu yang memonsteri dia dengan belajar, do'a dan ikhtiar. Good Luck !

@aula 21 Oktober 2013 11.45
Share:  

Rabu, 16 Oktober 2013

Tak Apa-lah




للَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ  لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ  صَدَقَ وَعْـدَهُ  وَنَصَرَعَبِدَهُ  وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ  الْأَحْزَابَ  وَحْدَهُ   لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ .   اَللَّهُ اَكْبَرْ   اَللَّهُ اَكْبَرْ  وَلِلَهِ 
الْحَمْدُ
Takbir menggema dari berbagai penjuru, biasanya kalo lagi mau Hari Raya kaya gini, ane kumpul bareng sama keluarga di rumah, tapi beda sama tahun ini, ane ngrayain Hari Raya Idul Adha-nya di sini, di pesantren tercinta, ternyata enak juga, nggak kaya yang ane bayangin, seru, meskipun nggak ngumpul sama keluarga, tapi nggak ngurangi kekhidmatan malam Hari Raya, mungkin ini yang terspesial, soalnya ini tahun terakhir ane di sini (berntar lagi boyong, hohoho~~~). Tadi malem, ada lomba takbiran, gile bos, lombanya abis Isya', kamar ane asar baru nyiapin, sedangkan kamar yang lain udah pada nyiapin dari kemaren (biasa, suka yang mendadak). Truuus, ane ama temen-temen ane abis lomba, ngopi bareng-bareng di tempat makan, seru booss, sama @cumo n @pepek. Abis itu takbiran di speaker bareng-bareng ama diiringi galon sampeeee jam 12, ee ane kagak bisa tidur, insomnia. Paginya, berhubung ane lagi kedatangan tamu ni, jadi kagak ikut ke masjid, tapi ane poto-poto sama sesama Ha'idloh (kaya apa gitu). Abis tu ada lomba masak, bingung, minder, akhirnya jadi juga masakannya, meskipun keluar dari rencana semula. Temen-temen ane pada pinter masak semua, persaingan makin ketat. Tau-lah apa kata nanti menang apa kagak. Yang penting, Idul Adha kali ini benar-benar unforgetable banget deh, Tak apa lah tak pulang ke rumah. Happy Eid Mubarak
Share:  

Minggu, 13 Oktober 2013

Aku Yakin Maka Aku Bisa

Para sobat blogger, lagi ngapain nih, sore ini aku lagi duduk di ambang pintu (@aula_assalma). yaah lagi nulis-nulis gitu deh. Ow ya, aku baru aja dapet suntikan semangat nih, tadi waktu jam pelajarannya Bapak KepSek yang paling cool, di gantiin tuh sama kakak-kakak alumni, aku salut banget sama orangnya, pinter pake banget lagi, bayangin, berkat rajinnya belajar, dia bisa ngadain penelitian tentang skripsinya di Swedia, gilee gak tuh. Kalo menurut kita-kita yang orang pas-pasan gini, itu bener-bener suatu anugrah dan rizki yang WAW banget pokoknya.
Yup, langsung ke pokok pikirian, kakak-nya tadi (sebut aja Kak A'.red) bilang "kalian kurang 6 bulan lagi loh, kalo kalian pengen masuk ke Perguruan Tinggi yang kalian cita-citain, harus mulai dipersipkan dari sekarang, buat UN juga, atur pola belajar, sebelum kalian menyesal belakangan hari." Waktu aku resapi, bener juga ya, liat 2 bulan ke belakang, aku udah ngapain aja ?? NGANGGUR and MALAS-malasan, apalagi yang 2 tahun ke belakang, ngapain aja... ??? baru sekarang deh, terasa kalo tu bener-bener important buat aku. Dan penyesalan itu selalu di belakang, nggak ada yang mampangin diri di depan. Naah, sebelum hal itu terulang lagi, mulai sekarang, harus BERUBAH.
Tips n trik dari Kak A' tadi 2 bulan buat pelajari materi dari kelas 1, 4 bulan akhir buat latihan soal, kalo bisa tuh setiap hari ngerjain soal, minim 2 lah, biar terlatih. Jangan lupa, do'a dan riyadlohnya juga harus tawazun. Apalagi kalo kamu menginginkan beasiswa (ex. PBSB) harus bener-bener giat.
Dan jangan pernah sangkal tentang keberadaan kenyataan di luar logika, yang menyangkut kebatinan dan kebarokahan, karna kita tinggal di pondok yah nggak bisa lepas dari itu semua. Kenali diri bakat dan potensimu. Pastikan memilih yang terbaik buatmu, ISTIKHOROH jika masih ragu.
Aku akan terus ingat dan melakukan apa yang Abi sama Ummi pesen ke aku setiap telfon "Nduk, nagjine, sinaune ojo lali, Abi ambek Ummi di do'a'ne ben sehat terus".
Yap, AKU YAKIN MAKA AKU BISA, NEVER GIVE UP, INNALLAHA MA'ANA

Ahad, 13 Oktober 2013 3.37 p.m.
Share:  

Jumat, 11 Oktober 2013

Harapan Kosong

Seminggu ini udah banyak gosip yang beredar tentang Liburan Idul Adha. Ada yang bilang, liburnya 5 hari, 4 hari 2 hari and blaaablaablaaa.... Udah ngebayangin bakal malem takbiran sama adek n keluarga di rumah, udah ngerancang mau pulang naik kereta, banyak deh pokoknya. Eh ternyata kemarin udah ada keputusan, kalo sekolah ngeliburinnya cuma 1 hari. Benar-benar harapan kosong, hiks hiks hiks :'( .
Udah lah, nggak papa. Sekali-kali lebaran di sini. Tahun kemaren aku udah ngemis-ngemis minta pulang, sampe nglakuin hal-hal gila. Sedangkan temen-temen yang lain gak ada yang pulang. Bikin apa ya biar aku bisa nyaman n nyantai. Lagi pula tahun ini juga tahun terakhir di sini. Bareng-bareng sama anak-anak. Melepas kepenatan. Trus tadi waktu di telfon sama ummi, katanya "yo wes, nggak usah wasul, wes kelas 3, nek pondok ae, sinau, ngaji sesok ae disambang". Huuuuf, tarik napaaas, okelah. :-)
Share:  

Selasa, 16 April 2013

sad :-(

sumpek....
gue lagi sumpek banget kagak boleh pulang, >_<
semua temen2 gue pada liburan kemana2, sedangkan gue??? ngenes banget..
yahh meskipun disini banyak kegiatan, tu malah bikin gue pengen banget pulaaaaang...
sampe gue nglakuin hal gila, ngancem ortu gue,,, takkut siih, tapi gimana, otak gue udah eror,,,
sowan berkali2 nggak dibolehin, ya udah lahh...
ni gue lagi main2 sama temen2, bye... >_<
Share:  

Sabtu, 13 April 2013

Bagaimana Caranya....???!!$$##

bagaimana caranya ?
bagaimana caranya supaya aku tidak seperti ini,
aku sendiri tidak ingin seperti nini, inilah Salma, Salma yang seperti ini, ma'af jika terganggu.
Tapi aku tak tahu harus bagaimana merubah sikap yang meresahkan orang lain.
Salma terlalu diam, tak bisa berbuat apa2 (meskipun sebenarnya bisa).
CUEK dan NGGAK MAU TAU, itulah Salma. Ya. Aku ingin berubah. Tapi keadaan dalamku yang memaksaku untuk seperti ini. Mulut selalu terkunci untuk mengungkapkan apa yang ingin aku ungkapkan. Bagaimana Caranya??
Share:  

Ta'aruf


haihaihai...
para sobat-sobat blogger, ni blog ke-dua gue, yaa buat cadangan aja.. nggak cuma buat cadangan sih, buat tempat gue kalo lagi pengen nulis2, soalnya tu blog satunya, cuma buat tugas aja, hehe...
hemm.. nulis apalagi ya...
oya ni gue lagi nunggu acara lomba dimulai, lomba KreNa, alias Kreasi Nadhom, ni salah satu lomba antar ribath dalam rangka HUMAPON 2013... (hut madrasah dan pondok, kan gue santrii, hehe :-) )
hemmm..... lika liku buat lomba hari ini selalu  mengorbankan perasaan, kapan yah lomba nggak bikin pecah belah kayak gini...
lupakan..
yang penting sekarang ni, gue ama temen2 gue mau maju,,, gue udah bawa galon nih, buat nimpukin jurinya, hahaha....
salam kenal yah :D
ane Salma Mahmudah, semenjak ada blog ini, ane jadi punya nama pensil (kan biasanya nama pena yak, ane lain) 'Saleem Mahmued'. aneh ya ? emang, kan ane orangnya aneh. nama ane diadaptasi dari nama kakek ane, Salma (=selamat / slamet) dan Mahmudah (=orang yang terpuji, muannats-nya Mahmud). lanjuuuut, ane seorang 'santri' di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. salah satu Pesantren terbesar di Nusantara, hohoohoo~~ lebay ya, nggak kok ! kenyataan.
ane putri kedua dari pasangan abi Suratno dan ummi Anis Khoidah. rumah ane di sono, di bumi bung Karno. Kabupaten Blitar. lahir dan dibesarkan di sana juga, keluar dari rahim jam 00.10 hari Sabtu tanggal 5 Agustus 1995, pas 8 Robi'ul Awal 1416 H. ane lahir panjangnya kalo nggak salah 49 cm bb-nya 2,5 kg (kaya botol kecap katanya), tapi sekarang, hohohooooo unyuuk :D. lanjuut. ane dari kecil sekolah di lingkungan madrsah, alhamdulillah. bersyukur banget bisa mendapat asupan agama yang lebih. dan sekarang, ane tinggal di pesantren sambil sekolah di MAN Tambakberas Jombang. ~bangga~
hobbi ane banyak,salah satunya gangguin orang, sama travelling napak tilas ke makam auliya'. cita-cita ane pengen jadi orang berguna, hidup bermanfaat, bisa membahagiakan orang tua, dan jadi member of CSS MoRa, amiiin... motto ane : Dreams will show you where to go, jadi kita harus punya mimpi, karena mimpi bakal bawa kita ke mana kita harus melangkah. kalo kita kaga punya mimpi, kita akan berjalan tanpa tujuan. kedua,

 الحياة هي المسابقة

tau kan artinya, yap. hidup itu sebuah perlombaan, berlomba-lomba menjadi hamba Allah yang bertaqwa.
Share: